Ada Riba di Pesanan Aplikasi Online?

Teknologi Apr 10, 2020

Oleh: Irwansyah Saputra, S.Kom., M.Kom.

Prolog

Tiap hari mungkin kita pake aplikasi pemesanan online seperti Gojek dan Grab untuk memenuhi kebutuhan kita. Untuk menarik para pelanggannya, perusahaan aplikator tersebut memberikan potongan harga bahkan sampe 50% untuk setiap konsumen yang pesan lewat aplikasi tersebut. Anehnya, walaupun dapet potongan harga, driver yang nganterin makanan/pesanan itu juga dapet bayaran full, tanpa dipotong sedikitpun. Artinya, seluruh potongan harga tersebut dijamin oleh piihak aplikator sebagai salah satu teknik marketing mereka menarik konsumen.

Samakan Frekuensi

Sebelum kita bahas hukumnya, kita mesti samakan frekuensi terhadap fakta yang terjadi sebagai berikut,

  1. Saldo di dompet digital (OVO, Gopay, DANA) adalah uang kita sendiri. Kita hanya konversi uang fisik ke digital tanpa perbedaan nilai. Artinya nilai 10ribu rupiah di OVO = nilai 10ribu rupiah uang fisik. Sama halnya saat kita isi ulang pulsa, mengubah uang fisik kita menjadi pulsa agar bisa nelepon. Ga mungkin kan kita nempelin duit 10ribu ke hape trus tiba-tiba bisa nelepon? karena ada aturan sistem yang harus kita taati, yaitu "wajib pake pulsa kalo mau nelepon". Sampe sini paham kan?
  2. Driver adalah wakil dari perusahaan yang udah dikasih tau kerjaannya. Perusahaan bilang ke driver: "Lu pasang aplikasi, trus nanti kalo ada gambar makanan di aplikasi artinya ada yang mesen makanan, kalo ada gambar orang artinya dia minta dianterin ke tujuan tertentu". Dengan memastikan hal ini, ada jaminan dari perusahaan aplikasi jika suatu saat driver memiliki masalah dengan restoran atau konsumen, misalnya harga tidak sesuai, makanan dibawa kabur dan lain sebagainya. Kepastian ini yang menjadikan konsumen tenang. Artinya, disini konsumen bukan bertransaksi dengan driver, tapi dengan perusahaan aplikasi.
  3. Harga di aplikasi sama dengan harga yang harus dibayarkan oleh konsumen. Jika tidak sama, ini bentuk kecurangan perusahaan aplikasi. Beda halnya jika hanya satu atau dua restoran yang beda harganya, itu artinya harga di restoran itu belum diupdate, driver cukup jelasin ke konsumen kalo harganya belum diupdate. Agar konsumen percaya dalih itu, bisa langsung kasih telepon restorannya dan ngobrol langsung dengan pihak restoran.
  4. Setelah dipahami harga di aplikasi sesuai dengan harga yang harus dibayarkan. Tiba-tiba ada tawaran diskon harga makanan tersebut sebesar 50% dari perusahaan aplikasi untuk menarik konsumennya. Kita tertarik menggunakannya. Misal, perusahaan apikasi A bilang ke restoran: "harga makanan ini kan 50rebu ya.. gw jualin dengan harga 10rebu deh asalkan yang belinya pake aplikasi gw, setuju ga?". Pihak restoran bilang "terserah lu sih.. yang penting itu makanan harganya 50rebu dan harus dibayar segitu ke restoran, ga boleh diskon". Apakah dengan menikmati potongan diskon seperti ini riba? Tidak sama sekali, karena kita sudah tau harga awal dari makanannya dan juga diskon yang didapatkan.
  5. Saat konsumen memesan makanan lewat aplikasi, driver yang nganggur dan dekat dengan restoran akan ditawari untuk ambil pesanan tersebut. Ini disebut dengan ju'anah (sayembara). Seperti si A bilang "Hei, gw laper nih, pengen beli makanan disana, siapa yang mau berangkat beliin gw makanan itu, nanti dikasih duit 10rebu. Duitnya pake punya kalian dulu nanti ditotalin aja harga makanan + upah 10ribunya". Berhutang model begini diperbolehkan karena udah pasti akan dibayar oleh si A. Ini disebut dengan akad bay’ bil wa’di lis syira’, yaitu akad jual beli yang disertai janji untuk membeli. Kalo kita liat ilustrasi barusan, mungkin bakal mikir "kalo drivernya trus kabur gimana? apalagi kita ga kenal sama dia". Disinilah fungsinya perusahaan untuk menengahi dan sebagai jaminan. Seperti perusahaan bilang "ga usah takut gayn... gw yang bakal jamin si driver kalo ada apa-apa".
  6. Saat konsumen memesan makanan, prosedurnya adalah driver menalangi dulu uang kita untuk belanja makanan yang harganya SUDAH KITA KETAHUI. Sehingga kita udah siapkan uang senilai itu saat driver datang. Ini disebut dengan akad wadi’ah yadu al-dlamanah. Beda halnya dengan contoh si B: "Bang, gw pengen beli mekdi, nih duitnya 100rebu, sisanya buat upah abang aja". Ucapan si B kepada driver ini disebut dengan wadi’ah yadu al-amanah.
  7. Restoran yang muncul di aplikasi merupakan yang sudah jalin kerja sama dengan perusahaan aplikasi. Sehingga, driver adalah wakalah (perwakilan) dari perusahaan aplikasi untuk menjadi kurir di restoran tersebut jika ada yang memesan dan driver berhak mendapatkan ujrah (upah) dari tiap transaksi atas usahanya ini.
  8. Perusahaan aplikasi tentu mengeluarkan modal yang besar agar usahanya ini lancar. Pastinya dia butuh aplikasi yang harganya ratusan juta, programmer, data analis, admin, finance, digital marketing dan lain sebagainya. Hal tersebut akan menjadikan harga di restoran lebih tinggi, atau harga tukar dari uang fisik ke dompet digital terkena biaya. Misal, saat kita mau isi gopay, ada biaya administrasi 1ribu rupiah dan hal itu diperbolehkan juga wajar agar perusahaan aplikasi tetap dapat menjalankan usahanya.

Adakah riba didalamnya?

Jika kita memahami poin-poin di atas dengan baik, maka tidak ada sama sekali unsur riba disana. Semua poin tersebut sudah sesuai dengan syariat.

Mana dalilnya? Silakan rujuk langsung referensi di bawah ini. Sengaja ga gw ketik disini biar ga terlalu panjang tulisannya, juga biar gampang memahami dan fokus terhadap kasusnya. Tulisan ini merupakan rangkuman dari artikel-artikel referensi tersebut yang menurut gw agak sulit ditelaah. Mudah-mudahan dengan rangkuman ini bisa dipahami oleh orang yang awam sekalipun.

Referensi

http://www.nu.or.id/post/read/100573/adakah-unsur-riba-pada-aplikasi-gopay-ovo-dan-gofoodhttp://www.nu.or.id/post/read/85314/hukum-transaksi-pemesanan-via-aplikasi-online-ala-go-foodhttp://www.nu.or.id/post/read/98829/transaksi-pembayaran-lewat-jasa-aplikasi-ovo-ada-unsur-riba

Irwansyah Saputra

Belajar itu harus. Pintar itu bonus.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.